Perang Ideologi di Media Massa

April 11, 2008

“Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata” Demikian ungkap Napoleon Bonaparte ratusan tahun yang lalu. Memang, sejak dulu media masa memiliki peran penting dalam peta percaturan politik dunia, sehingga pengaruhnya melebihi kemampuan pedang dalam membunuh.

Media massa telah menjelma menjadi alat propaganda paling efektif. Media massa mampu menjadi lokomotif perubahan masyarakat. Terlebih saat ini, dengan kemajuan teknologi, jaringan-jaringan pemberitaan dunia mengalami perkembangan sangat pesat. Masyarakat dari berbagai penjuru bumi dapat dengan mudah dipengaruhi arah opini yang di-blow-up media massa dengan sangat cepat. Baca entri selengkapnya »

Medan Baru Perang Ideologi

April 10, 2008

Media massa kini menjadi medan baru perang antar ideologi. Peperangan dimulai dari game, film, buku, surat kabar, majalah, dan bahkan internet. Intinya, segala sarana yang terkategori media massa, menjadi senjata paling efektif melancarkan serangan. Tentu saja, yang dibidik bukan melukai fisik, tapi mengoyak iman dan akidah. Itu target utamanya.

Microsoft Ensemble Studios pernah meluncurkan game yang menggambarkan perang peradaban lewat trilogi Age of Empire. Sejarah peradaban manusia di jaman Messopotamia, Babilonia, sampe jamannya Shalahuddin al-Ayubi yang melakukan penaklukan Yerusalem, Joan of Arc yang biasa dipanggil Maid of Orleans dan lainnya dengan detil bibliografi yang lengkap. Baca entri selengkapnya »

Ranting

April 9, 2008

[bagian 3]

Oleh: Nafisah FB

Sarji terkesiap. Untung menghentikan aksinya mendadak. Mereka perlahan melihat ke arah yang sama. Pak Mandor ternyata telah berdiri bertolak pinggang dengan telunjuk kirinya menuju mereka.

Sarji gemetar. Ikatan ranting ditangannya ikut bersuara. Untung menjatuhkan kapak kecilnya ke tanah dan segera meluncurkan tubuhnya dari atas pohon bumi.

“Lari!” teriak Untung. Tangannya meraih tangan Sarji.

Ikatan ranting terlepas seiring ranting yang terhempas. Sarji tidak sengaja melakukan. Refleks. Tangannya yang satu tidak kuat memeluk ranting saat tangannya yang lain ditarik Untung. Kaki-kakinya berlari mengikuti jejak lari Untung.

“Tung! Kayu bakarku!” teriak Sarji panik. Baca entri selengkapnya »

Covernya Keren!

April 8, 2008

::message::

From: amran_syahid@***.net

To: redaksi.jejak@yahoo.co.id

Subject: Covernya Keren!

Ass wr wb. Salut buat JEJAK yang covernya keren2. Sehingga menambah cantik tampilan JEJAK yang isinya bagus2. Jaya terus JEJAK-ku! [Amran Suganda]

‘alaikumussalam. Alhamdulillah. Terima kasih atas apresiasinya ya.

From: nadzifah@***.com

To: redaksi.jejak@yahoo.co.id

Subject: Tambah halaman ya…

Aswrwb. Baca JEJAK tuh cepet banget. Tulisannya sedikit. Emang bagus dan mencerahkan, tapi kayaknya perlu tambah halaman deh. [Mirna]

‘alaikumussalam. Tambah halaman? Aduh, sementara nikmati yang ada dulu ya. Makasih.

Saat yang Tepat untuk Berbuat

April 8, 2008

Saat yang tepat untuk berbuat adalah ketika kita tahu apa yang harus kita lakukan adalah yang paling benar atas dasar keimanan. Keimanan memang membutuhkan amal. Tapi, hanya amal shaleh yang akan diterima. Betapa banyak orang yang berbuat kebenaran, tapi kebenarannya tersebut hanya berdasar hawa nafsunya dan persepsinya tanpa hukum syara. Betapa sia-sianya perbuatan tersebut. Jika demikian, bukanlah saat yang tepat untuk berbuat. Sebab, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungan jawabnya di akhirat kelak. Maka, berbuat benar saja menurut ukuran manusia belum cukup jika tak dilandasi keimanan kepada Allah Swt. Baca entri selengkapnya »

Ranting [2]

Maret 17, 2008

 jejak edisi 04 [bagian 2]

Oleh: Nafisah FB

“Wah, gimana ini, Pakde?! Masa’ yang sudah jelas nebang pohon enggak pake’ ijin bisa bebas?!”

Ngatno menghentakkan telapak tangan kanannya ke atas lembaran koran. Tangannya yang lain sedang memegang rantang plastik tempat makan siangnya.

“Bisa habis hutan kita! Nanti, yang disalahkan kita-kita, petani. Gitu?” Ngatno melanjutkan sambil tangannya menyuap nasi ke mulutnya.

Pakde Danu yang sedang menghirup kopi menengok ke Ngatno. Firman baru saja akan membuka rantang yang baru diantar Sarji.

Pakde Danu mengambil surat kabar dari hadapan Ngatno. Dia membaca, “Mr. Adek Lin Ter Alis divonis bebas dari dakwaan illegal logging setelah hakim menilai semua berkas dan penjelasan para saksi tidak cukup menjadi bukti dakwaan.” Baca entri selengkapnya »

Sesat

Maret 15, 2008

jejak edisi 04

Anda pernah mengikuti program “mencari jejak” dalam rangkaian kegiatan pramuka waktu masih sekolah? Pernahkah tersesat jalan karena tidak mengikuti rute yang dibuat dan ditentukan oleh panitia? Atau mungkin tersesat karena petunjuk jalannya disesatkan oleh seseorang atau pihak lain? Jika pernah, bagaimana rasanya? Selain tujuan menjadi tak jelas karena rute yang ditempuh tak sesuai ketentuan, kita juga kehilangan banyak waktu, tenaga, dan mulai dihinggapi rasa cemas dan pesimis: “Jangan-jangan, kita tak akan sampai di tempat tujuan akhir yang benar dan sebenarnya.”

            Hidup kita di dunia pun sebenarnya pasti butuh petunjuk. Butuh pula standar petunjuk mana yang akan digunakan untuk menjalani kehidupan agar tak tersesat di dunia dan tentunya berharap selamat sampai pada tujuan akhir, yakni di akhirat kelak. Baca entri selengkapnya »

Aliran Sesat dan Siasat Kaum Imperialis

Maret 13, 2008

jejak edisi 04 

 

Ketika Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai utusan Allah setelah Rasulullah saw., dunia sudah terhentak. Pemikiran ini jelas kanker akidah yang membahayakan umat. Konsekuensi dari keyakinan ini adalah riddah, keluar dari Islam. Para ulama telah bersepakat ihwal status Rasulullah saw. sebagai pamungkas para nabi dan rasul. Nabi saw. bersabda:

وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلاَثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي

“Sesungguhnya akan ada di tengah-tengah umatku 30 orang pendusta, seluruhnya menyatakan bahwa mereka adalah nabi, padahal aku adalah penutup para nabi dan tidak ada lagi nabi setelahku.”

            Jemaat Ahmadiyah yang lahir di tengah-tengah perjuangan umat Islam India melawan imperialis Inggris jelas menambah masalah baru. Yang lebih menyentakkan lagi ialah keluarnya fatwa dari sang ‘nabi’ untuk tidak memerangi kolonialis Inggris, dan himbauan untuk bersahabat dengan mereka. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Tidak Mandiri?

Maret 12, 2008

jejak edisi 04

Belakangan ini ada sesuatu yang membuat rakyat negeri ini kian berduka. Bukan sekadar bencana alam yang terus berdatangan. Juga bukan ulah anggota dewan yang terus menuai tunjangan di tengah derita anak bangsa. Tapi langkanya tempe dan tahu. Kelangkaan dua makanan rumahan dan murah ini sempat menjadi headline seluruh media massa di tanah air. Banyak orang merasa kehilangan, termasuk saya dan mungkin Anda.

Membumbungnya harga kacang kedelai, bahan baku tahu dan tempe, membuat produsennya kelimpungan. Marjin keuntungan yang menipis membuat mereka bingung membuat pilihan; antara menaikkan harga atau mengecilkan ukuran. Selama beberapa pekan tahu dan tempe menjadi langka di pasar. Baca entri selengkapnya »

Berebut JEJAK

Maret 10, 2008

jejak edisi 04 

::message::

From: zahra.ze_ze@***.id

To: redaksi.jejak@yahoo.co.id

Subject: Usul

Ass wr wb. Buat redaksi jejak, salut dengan isinya, tapi channel radionya kan udah ada di jilid sebelumnya, lebih baik tidak diisi lagi dan diisi aja ma yang laen. Itu aja. Thank’s. Sukses buat jejak! [Zahra Amri]

‘alaikumussalam. Jzklh apresiasinya dan usul Anda kami tampung dulu.

From: cute_baby@***.com

To: redaksi.jejak@yahoo.co.id

Subject: Berebut

Aswrwb. Salut buat JEJAK! Kami senantiasa menunggumu meskipun harus berebut untuk mendapatkanmu. [Lita]

‘alaikumussalam. Berebut? Wah, seru juga dong ya. Makasih sdh menanti JEJAK.