Medan Baru Perang Ideologi

Media massa kini menjadi medan baru perang antar ideologi. Peperangan dimulai dari game, film, buku, surat kabar, majalah, dan bahkan internet. Intinya, segala sarana yang terkategori media massa, menjadi senjata paling efektif melancarkan serangan. Tentu saja, yang dibidik bukan melukai fisik, tapi mengoyak iman dan akidah. Itu target utamanya.

Microsoft Ensemble Studios pernah meluncurkan game yang menggambarkan perang peradaban lewat trilogi Age of Empire. Sejarah peradaban manusia di jaman Messopotamia, Babilonia, sampe jamannya Shalahuddin al-Ayubi yang melakukan penaklukan Yerusalem, Joan of Arc yang biasa dipanggil Maid of Orleans dan lainnya dengan detil bibliografi yang lengkap.

Pernah memainkan game Rise of Nations? Belum? Peradaban yang bisa dimainkan di sini adalah kapitalisme, sosialisme, dan mungkin Islam diwakili Turki, meski tak nyata pemerintahan Islam. Simulasi dalam game ini seperti menjalin kerjasama perdagangan dengan negara lain, hubungan diplomatik, pencapaian teknologi, sampai ekspansi besar-besaran dengan mengerahkan kekuatan militer untuk menjajah negara lain.

Selain game, bertebaran pula buku-buku, majalah, zine, dan bahkan tulisan di internet yang nyata-nyata sebagai bentuk benturan peradaban. Islam selalu dihadapkan dengan Kapitalisme dan Sosialisme. Bahkan saat ini, pertarungan Islam dengan Kapitalisme-Sekularisme sedang panas-panasnya. Internet bahkan menjadi medan perang ideologi paling efektif untuk membidik kaum intelektual. Sudah banyak website yang menyerang Islam, meskipun berlabel Islam. Kita harus waspada.

Perang ideologi pun bisa kita jumpai lewat film. Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme juga getol mempropagandakan ideologinya lewat film. Di film Die Hard 4.0 yang dibintangi Bruce Willis bahkan ada dialog yang secara implisit menyebut kaum muslimin sebagai teroris. Film “True Lies” (1994), menggambarkan seorang teroris berkebangsaan Arab yang membawa senjata nuklir. Film yang dibintangi aktor kekar Arnold Schwarzenegger sedang memerangi teroris Crimpson Jihad.

Islam juga tak tinggal diam. Film ar-Risalah alias The Message yang dibesut oleh sutradara Moustapha Akkad pada tahun 1976 telah menjadi film yang sangat bagus dan cukup detil dalam menyampaikan pesan Islam kepada seluruh dunia. Bahkan konon kabarnya di Jepang ketika film in diputar di bioskop-bioskop di sana, banyak orang Jepang yang masuk Islam.

Moustapha Akkad pernah mengatakan, “Film-film sejarah memiliki daya kreativitas yang sangat tinggi. Film-film modern hanya memiliki kelebihan di bidang dialog dan teknik pembuatannya, akan tetapi ia tidak memiliki kreativitas tersebut. Kita umat muslimin memiliki masa lalu yang indah, yang sangat berguna untuk kita jadikan sebagai pelajaran bagi masa depan kita. Kekhawatiran besar saya ialah terhadap jebakan-jebakan yang dipasang oleh musuh-musuh kita. Jebakan-jebakan ini mereka tebarkan melalui propaganda lewat media-media massa mereka. Menurutku media massa dapat dijadikan sebagai senjata yang jauh lebih mematikan daripada bom dan tank.” [rahadi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: