jejak edisi 04
Diasuh oleh Ustadzah Ir. Lathifah Musa
Assalaamu’alaikum.
Benarkah aliran sesat itu dibiarkan saja (tidak boleh diberantas) karena kita harus menghargai Hak Asasi Manusia ?
Hamba Allah
0852 -533-xxxxx Baca entri selengkapnya »
jejak edisi 04
Diasuh oleh Ustadzah Ir. Lathifah Musa
Assalaamu’alaikum.
Benarkah aliran sesat itu dibiarkan saja (tidak boleh diberantas) karena kita harus menghargai Hak Asasi Manusia ?
Hamba Allah
0852 -533-xxxxx Baca entri selengkapnya »
jejak edisi 03
Bulan Februari identik dengan bulan merah jambu, bulan cinta, karena di bulan inilah Valentine’s Day berada. Tanggal 14 Februari, tanggalnya Valentine’s Day (VD) menjadi tanggal kramat bagi para manusia untuk menyatakan cinta.
Entah bagaimana sejarahnya bahwa tanggal tersebut dijadikan momen yang begitu sakral. Banyak sumber yang mengisahkan dengan beragam versi yang berkembang, dan yang berikut adalah salah satunya. Baca entri selengkapnya »
jejak edisi feb 2008
Oleh: Nafisah FB
Angin malam yang berhembus semilir membuat mata Sarji sebentar menutup. Sedetik kemudian matanya membuka lalu menutup lagi. Dia terkantuk lalu terlelap sekejap. Pensilnya menyusul terhempas dari tangannya.
Seorang wanita berusia sekitar 30-an menghampiri pintu kamar Sarji yang terbuka. Lastri, wanita itu, menatap Sarji yang telah terlelap itu dengan senyum.
“Sarji sudah tid ….” Suara seorang pria hendak bertanya.
“Sssst.”
Lastri menempelkan telunjuk tangan kanannya ke bibirnya. Seorang pria yang baru saja tiba tadi berhenti bersuara.
“Dia sudah tidur.” Lastri memberitahu. Baca entri selengkapnya »
VoI Corner–jejak Feb 2008
Diasuh oleh Ustadzah Ir. Lathifah Musa
Assalaamu’alaikum wr wb.Ustadzah, saya guru sekolah swasta di Nganjuk. Saya mau tanya, apa hukumnya tape ketela/singkong. Ada yang mengatakan haram dan ada yang mengatakan boleh sebab belum mengandung alkohol?
Guru di Nganjuk, Jawa Timur
Allah Swt. mengharamkan memanfaatkan dan memakan benda yang haram dan najis. Mengenai khamr, Allah Swt. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras/ khamr, judi, berhala, mengundi nasib adalah perbuatan yang keji dan merupakan aktivitas syaithan: sebab itu jauhilah, mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan.” (TQS al-Ma’idah [5]: 90) Baca entri selengkapnya »
Jejak Edisi Februari 2008
Majalah Reader’s Diggest edisi Indonesia pada tahun lalu pernah menurunkan hasil survey perilaku berbagai bangsa di dunia. Salah satu hasilnya, Indonesia adalah bangsa dengan tingkat kesopanan tergolong rendah. Anda boleh protes, tapi marilah bercermin dengan jujur. Betapa bangsa ini telah mengalami pelunturan norma-norma yang luhur. Simaklah televisi berapa kali sehari ditayangkan berita kriminalitas? Simak juga kualitas kriminalitasnya, kian hari kian kejam. Kita pun jarang bertemu orang yang murah senyum. Di kota-kota besar, dengan tingkat kesibukan dan tekanan hidup yang tinggi, orang lalu lalang begitu saja nyaris tanpa ekspresi keramahan. Bahkan, kata ‘maaf’ pun jadi amat mahal diberikan ketika terjadi kesalahan. Baca entri selengkapnya »
Jejak edisi Februari 2008
Dunia saat ini dipenuhi dengan globalisme, informasi, hiburan, dan komersialisme. Kritikus Lorraine Gamman dan Margaret Marshment, keduanya penyunting buku “The Female Gaze: Women as Viewers of Popular Culture (1998)”, bersepakat bahwa budaya populer adalah sebuah medan pergulatan ketika mengemukakan bahwa tidaklah cukup bagi kita untuk semata-mata menilai budaya populer sebagai alat kapitalisme dan patriarki yang menciptakan kesadaran palsu di kalangan banyak orang. Bagi mereka, budaya populer juga tempat dipertarungkannya makna dan digugatnya ideologi dominan. Baca entri selengkapnya »
Jejak edisi 02/Januari 2008
VOI CORNER
Diasuh oleh Ustzh. Ir. Lathifah Musa
Rubrik ini mengangkat topik menarik yang ditanyakan oleh pendengar Voice of Islam. Kami hadirkan ke hadapan pembaca, semoga bermanfaat.
Assalaamu’alaikum
Melihat situasi dan kondisi sekarang, nilai demokrasi sudah tidak relevan dengan nilai keislaman. Jadi penting kita membahas ” nilai2 demokrasi dalam pandangan Islam.” 0852-981-xxxxx
Assalaamu’alaikum. Saya tinggal di daerah timur. Bagaimana sih kita menjaga keutuhan negeri ini dari perpecahan? 0852 -921-xxxxx
Demokrasi memang bisa dikatakan menjadi cara bagi ideologi liberal mana pun untuk eksis di kancah politik. Dalam sejarahnya, sekularisme -liberalisme di Eropa menggunakan demokrasi untuk menggulingkan sistem monarki dan menggantinya dengan republik.
Kaum sosialis dan komunis pun bisa menggunakan demokrasi untuk menjatuhkan rezim monarki. Namun ketika target ini tidak tercapai, demokrasi bisa dicampakkan. Sebagai contoh Aljazair pernah mengalami kemenangan FIS (Front Islamic Salvation) yang disambut sukacita oleh banyak kaum Muslim. Bisa dikatakan, inilah kemenangan pertama gerakan Islam di seluruh dunia melalui sistem demokrasi. Baca entri selengkapnya »
Jejak edisi 02/Januari 2008
Hari Pahlawan, 10 November, memang telah lewat. Tapi ada sisi penting yang amat baik untuk kita renungi. Ingatkah Anda siapa Bung Tomo? Rasanya sedikit saja orang yang tidak mengenal namanya. Meski hanya lewat buku-buku sejarah, terbayang betapa heroiknya pria ini. Konon lewat corong RRI di Surabaya ia membakar semangat perjuangan arek-arek Suroboyo dengan pekikan takbirnya. Hampir tak ada orang yang menyangsikan kepahlawanannya.
Tapi, Bung Tomo tak pernah masuk dalam daftar pahlawan nasional. Seorang menteri di jaman Orba berkomentar bahwa ia ‘hanya’ pahlawan lokal, bukan nasional. Baca entri selengkapnya »
Jejak edisi 02/Januari 2008
Ancaman perpecahan sedang mengintai bangsa ini. Berbagai daerah berlomba memekarkan diri, seiring dengan era otonomi daerah. Mulai wilayah setingkat provinsi, kabupaten, kota hingga desa. Tak heran bila negeri ini semakin terkerat-kerat, bahkan berkeping-keping ibarat sobekan kertas. Sungguh kasihan pembuat peta, setiap saat harus mengganti cetakannya karena batas-batas wilayah cepat sekali berubah. Para pelajar pun terpaksa harus mengup-grade terus hapalan geografinya. Penulis sejarah pun dituntut merevisi terus buku-bukunya.
Upaya pemekaran wilayah itu senantiasa mengatasnamakan rakyat. Demi pemerataan. Demi kesejahteraan. Demi keadilan. Maka, dengan tameng otonomi daerah atau otonomi khusus, sejengkal demi sejengkal tanah negeri ini berdiri, bangkit menuntut kemandirian. Sayang, kemandirian yang diidamkan cenderung kebablasan. Akibatnya, Papua di ambang kemerdekaan, Aceh terus bergejolak dan Maluku minta merdeka. Sungguh berbahaya. Otonomi daerah ibarat menggali lubang kuburan bagi sejengkal demi sejengkal bagian wilayah nusantara. Baca entri selengkapnya »