<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://tabloidminijejak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Apr 2008 04:53:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tabloidminijejak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tabloidminijejak.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tabloidminijejak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perang Ideologi di Media Massa</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/11/perang-ideologi-di-media-massa/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/11/perang-ideologi-di-media-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 04:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fresh!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata&#8221; Demikian ungkap Napoleon Bonaparte ratusan tahun yang lalu. Memang, sejak dulu media masa memiliki peran penting dalam peta percaturan politik dunia, sehingga pengaruhnya melebihi kemampuan pedang dalam membunuh. Media massa telah menjelma menjadi alat propaganda paling efektif. Media massa mampu menjadi lokomotif perubahan masyarakat. Terlebih saat ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=31&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata&#8221; Demikian ungkap Napoleon Bonaparte ratusan tahun yang lalu. Memang, sejak dulu media masa memiliki peran penting dalam peta percaturan politik dunia, sehingga pengaruhnya melebihi kemampuan pedang dalam membunuh.</p>
<p>Media massa telah menjelma menjadi alat propaganda paling efektif. Media massa mampu menjadi lokomotif perubahan masyarakat. Terlebih saat ini, dengan kemajuan teknologi, jaringan-jaringan pemberitaan dunia mengalami perkembangan sangat pesat. Masyarakat dari berbagai penjuru bumi dapat dengan mudah dipengaruhi arah opini yang di-blow-up media massa dengan sangat cepat.<span id="more-31"></span></p>
<p>Eksistensi ideologi kapitalisme-sekular saat ini, tak lepas dari keberhasilan para kapitalis dalam menggenggam media massa. Ya, para pemilik modal itulah aktor utama di balik berbagai propaganda pro-sekularisme. Tak ayal jika demokrasi, hak asasi manusia, seks bebas, gaya hidup hedonis dan berbagai budaya Barat dengan mudah merasuk ke berbagai penjuru dunia. Semua itu disokong penuh oleh media massa.</p>
<p>Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International, mengatakan, &#8220;Media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.&#8221;</p>
<p>Saat ini mayoritas media massa internasional dikuasai oleh jaringan Zionis. Sejak awal terbentuknya Gerakan Zionisme Internasional, para aktivis gerakan ini telah memanfaatkan media massa untuk mempropagandakan pemikiran mereka kepada dunia. Dalam Protokol ke-12 Gerakan Zionisme, disebutkan, &#8220;Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita.&#8221;</p>
<p>Theodore Hertzl, peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 mengatakan, &#8220;Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia.&#8221;</p>
<p>Hertzl adalah wartawan internasional yang dengan pengalamannya berkecimpung di dunia jurnalistik tahu persis bagaimana melakukan lobi-lobi terhadap media massa. Hasilnya, kantor berita ternama seperti AFP, AP, dan Reuters, berada di bawah kontrol mereka.</p>
<p>Dari sinilah perang ideologi di media massa dimulai. Zionisme merancang berita-berita dan opini yang menampilkan citra bahwa mereka adalah gerakan legal dan lahir dari ketertindasan. Diciptakanlah opini bahwa penjajahan Isreal terhadap Palestina adalah sah.</p>
<p>Sebaliknya, diluncurkan opini dan berita yang kerap menyerang ideologi Islam. Label-label negatif dilekatkan pada komunitas Muslim, seperti fanatik, fundamentalis, radikal, teroris, dll. Para pejuang Palestina diposisikan sebagai teroris.</p>
<p>Setiap kejadian terorisme, tanpa menunggu penyelidikan terlebih dahulu, akan langsung diliput media massa dengan tendensi anti-Islam. Dalam atmosfer propaganda dunia yang teracuni oleh media-media pro-Zionis, opini dunia menjadi terarahkan pada satu topik: stigmatisasi buruk terhadap Islam.</p>
<p>Kasus paling gres adalah dimuatnya kembali kartun yang menghinakan Nabi Muhammad saw di 11 media massa dan televisi nasional di Denmark, serta tiga harian di Eropa, yakni Swedia, Belanda dan Spanyol.</p>
<p>Tindakan tersebut merupakan kesengajaan sebagai sinyal perang terhadap Islam. Betapa tidak, Nabi Muhammad sebagai pengusung ideologi Islam digambarkan sebagai lelaki bersorban yang menyembunyikan bom di baliknya. Islam digambarkan sebagai agama yang penuh kekerasan dan darah. Sayang, umat Islam seolah tak berdaya menghadapi penistaan ini. Para penguasa di negeri-negeri Muslim diam seribu bahasa.</p>
<p>Contoh lain ketika gagasan formalisasi syariah Islam bergema, segera serangan balik terhadap gagasan ini ditebar media massa. Terutama meminjam corong para &#8220;tokoh&#8221; atau &#8220;alim ulama.&#8221; Dihembuskan opini bahwa syariah Islam tidak wajib diterapkan, bahwa Khilafah adalah utopia, dan sejenisnya. Ideologi Islam yang terdiri dari akidah dan syariah pun mendapat serangan bertubi-tubi, yang ironisnya justru dilakukan oleh sebagian umat Islam sendiri. Lantas, sampai kapan Islam akan menjadi bulan-bulanan di media massa? <strong>[asri]</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=31&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/11/perang-ideologi-di-media-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Medan Baru Perang Ideologi</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/10/medan-baru-perang-ideologi/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/10/medan-baru-perang-ideologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 22:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Media massa kini menjadi medan baru perang antar ideologi. Peperangan dimulai dari game, film, buku, surat kabar, majalah, dan bahkan internet. Intinya, segala sarana yang terkategori media massa, menjadi senjata paling efektif melancarkan serangan. Tentu saja, yang dibidik bukan melukai fisik, tapi mengoyak iman dan akidah. Itu target utamanya. Microsoft Ensemble Studios pernah meluncurkan game [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=30&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Media massa kini menjadi medan baru perang antar ideologi. Peperangan dimulai dari game, film, buku, surat kabar, majalah, dan bahkan internet. Intinya, segala sarana yang terkategori media massa, menjadi senjata paling efektif melancarkan serangan. Tentu saja, yang dibidik bukan melukai fisik, tapi mengoyak iman dan akidah. Itu target utamanya.</p>
<p>Microsoft Ensemble Studios pernah meluncurkan game yang menggambarkan perang peradaban lewat trilogi <em>Age of Empire</em>. Sejarah peradaban manusia di jaman Messopotamia, Babilonia, sampe jamannya Shalahuddin al-Ayubi yang melakukan penaklukan Yerusalem, Joan of Arc yang biasa dipanggil Maid of Orleans dan lainnya dengan detil bibliografi yang lengkap.<span id="more-30"></span></p>
<p>Pernah memainkan game <em>Rise of Nations</em>? Belum? Peradaban yang bisa dimainkan di sini adalah kapitalisme, sosialisme, dan mungkin Islam diwakili Turki, meski tak nyata pemerintahan Islam. Simulasi dalam game ini seperti menjalin kerjasama perdagangan dengan negara lain, hubungan diplomatik, pencapaian teknologi, sampai ekspansi besar-besaran dengan mengerahkan kekuatan militer untuk menjajah negara lain.</p>
<p>Selain game, bertebaran pula buku-buku, majalah, zine, dan bahkan tulisan di internet yang nyata-nyata sebagai bentuk benturan peradaban. Islam selalu dihadapkan dengan Kapitalisme dan Sosialisme. Bahkan saat ini, pertarungan Islam dengan Kapitalisme-Sekularisme sedang panas-panasnya. Internet bahkan menjadi medan perang ideologi paling efektif untuk membidik kaum intelektual. Sudah banyak website yang menyerang Islam, meskipun berlabel Islam. Kita harus waspada.</p>
<p>Perang ideologi pun bisa kita jumpai lewat film. Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme juga getol mempropagandakan ideologinya lewat film. Di film <em>Die Hard 4.0</em> yang dibintangi Bruce Willis bahkan ada dialog yang secara implisit menyebut kaum muslimin sebagai teroris. Film &#8220;<em>True Lies</em>&#8221; (1994), menggambarkan seorang teroris berkebangsaan Arab yang membawa senjata nuklir. Film yang dibintangi aktor kekar Arnold Schwarzenegger sedang memerangi teroris Crimpson Jihad.</p>
<p>Islam juga tak tinggal diam. Film <em>ar-Risalah</em> alias <em>The Message</em> yang dibesut oleh sutradara Moustapha Akkad pada tahun 1976 telah menjadi film yang sangat bagus dan cukup detil dalam menyampaikan pesan Islam kepada seluruh dunia. Bahkan konon kabarnya di Jepang ketika film in diputar di bioskop-bioskop di sana, banyak orang Jepang yang masuk Islam.</p>
<p>Moustapha Akkad pernah mengatakan, &#8220;Film-film sejarah memiliki daya kreativitas yang sangat tinggi. Film-film modern hanya memiliki kelebihan di bidang dialog dan teknik pembuatannya, akan tetapi ia tidak memiliki kreativitas tersebut. Kita umat muslimin memiliki masa lalu yang indah, yang sangat berguna untuk kita jadikan sebagai pelajaran bagi masa depan kita. Kekhawatiran besar saya ialah terhadap jebakan-jebakan yang dipasang oleh musuh-musuh kita. Jebakan-jebakan ini mereka tebarkan melalui propaganda lewat media-media massa mereka. Menurutku media massa dapat dijadikan sebagai senjata yang jauh lebih mematikan daripada bom dan tank.&#8221; <strong>[rahadi]</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=30&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/10/medan-baru-perang-ideologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ranting</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/09/ranting-3/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/09/ranting-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 17:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[[bagian 3] Oleh: Nafisah FB Sarji terkesiap. Untung menghentikan aksinya mendadak. Mereka perlahan melihat ke arah yang sama. Pak Mandor ternyata telah berdiri bertolak pinggang dengan telunjuk kirinya menuju mereka. Sarji gemetar. Ikatan ranting ditangannya ikut bersuara. Untung menjatuhkan kapak kecilnya ke tanah dan segera meluncurkan tubuhnya dari atas pohon bumi. &#8220;Lari!&#8221; teriak Untung. Tangannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=29&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>[bagian 3]</strong></p>
<p>Oleh: Nafisah FB</p>
<p>Sarji terkesiap. Untung menghentikan aksinya mendadak. Mereka perlahan melihat ke arah yang sama. Pak Mandor ternyata telah berdiri bertolak pinggang dengan telunjuk kirinya menuju mereka.</p>
<p>Sarji gemetar. Ikatan ranting ditangannya ikut bersuara. Untung menjatuhkan kapak kecilnya ke tanah dan segera meluncurkan tubuhnya dari atas pohon bumi.</p>
<p>&#8220;Lari!&#8221; teriak Untung. Tangannya meraih tangan Sarji.</p>
<p>Ikatan ranting terlepas seiring ranting yang terhempas. Sarji tidak sengaja melakukan. Refleks. Tangannya yang satu tidak kuat memeluk ranting saat tangannya yang lain ditarik Untung. Kaki-kakinya berlari mengikuti jejak lari Untung.</p>
<p>&#8220;Tung! Kayu bakarku!&#8221; teriak Sarji panik.<span id="more-29"></span></p>
<p>Sarji menoleh ke arah ranting &#8230; ke arah Pak Mandor yang masih mengejar mereka.</p>
<p>&#8220;Hei! Pencuri kecil! Jangan lari kalian!&#8221; teriak Pak Mandor semakin garang.</p>
<p>Untung terus berlari. Sarji pun ikut mempercepat lajunya.</p>
<p>Duk! Kaki Untung terantuk batang pohon sisa penebangan yang rebah melintang. Tubuhnya terjerembab di atas tanah yang basah. Lututnya berdarah. Dia hanya meringis sebentar. Sarji menarik tangannya, memaksanya berdiri lagi. Mereka berlari lagi.</p>
<p>Mereka lari. Pak Mandor masih mengikuti.</p>
<p>Lari. Lari.</p>
<p>Mereka berusaha semakin cepat. Kaki-kaki mungil Sarji menerobos semak berduri. Cras!</p>
<p>Darah. Perih? Sarji tidak rasakan. Sarji tidak peduli. Dia hanya ingin dirinya dan Untung bisa terus berlari.</p>
<p align="center">oooOooo</p>
<p>&#8220;Lastri! Lastri!&#8221;</p>
<p>Lastri tergopoh-gopoh menghampiri suara Pakde Danu. Darahnya seketika dirasakannya berhenti. Tubuhnya dingin.</p>
<p>Di dalam gendongan Firman dilihatnya tubuh lemah Sarji. Kaos lusuh bocah itu basah oleh keringat. Wajahnya kumal oleh bersitan tanah. Kedua kakinya penuh dengan goresan darah.</p>
<p>&#8220;Ya, Allah, Le! Mas, kenapa Tole bisa begini?!&#8221; pekik Lastri tidak mampu lagi menahan diri. Bude Tarsih memegangi bahunya.</p>
<p>Firman tidak bersuara. Dia segera menuju dalam rumah, membawa Sarji ke kamarnya.</p>
<p>Kerumunan tetangga yang hendak masuk dicegah oleh Ngatno dan Pakde Danu.</p>
<p>&#8220;Sederek-sederek, saya mohon pengertiannya! Jangan masuk dulu! Biar Pak Mantri yang tangani!&#8221; teriak Ngatno.</p>
<p>Mereka gaduh.</p>
<p>&#8220;Hei, mana tadi Pak Mantri?!&#8221; Suara Pakde Danu terdengar di halaman depan.</p>
<p>Pak Mantri muncul. Dia dibantu Pakde Danu menyeruak kerumunan. Mereka lalu berjalan cepat ke dalam.</p>
<p align="center">oooOooo</p>
<p>Sarji telah diobati. Dia tertidur.</p>
<p>Pak Mantri segera pergi menuju rumah Untung yang hanya beberapa rumah jaraknya. Dia ingin mengecek kondisi Untung. Zainal, anaknya yang mahasiswa kedokteran sedang berada di sana memberikan pertolongan pertama.</p>
<p>Lastri perlahan duduk di sisi tempat tidur. Tangisnya belum reda.</p>
<p>&#8220;Le &#8230; iki Emak, Le &#8230;.&#8221; Hanya itu yang bisa dilirihkannya disela tangisnya.</p>
<p>Firman menghampiri Lastri. Dia berdiri di sisi Lastri, menggenggam bahu istrinya &#8230; menguatkannya.</p>
<p>Matanya nanar memandangi tubuh lemah Sarji.  Airmata dirasakan panas menghentak kelopak matanya.</p>
<p>Masih jelas di ingatannya obrolan antara Pakde Danu dan Ngatno siang tadi. Masih diingatnya hentakan tangan Ngatno di atas surat kabar itu. Masih terngiang di telinganya suara Pakde Danu yang membaca isi <em>headline</em> surat kabar itu.</p>
<p><em>&#8220;Mr. Adek Lin Ter Alis divonis bebas dari dakwaan illegal logging setelah hakim menilai semua berkas dan penjelasan para saksi tidak cukup menjadi bukti dakwaan.&#8221;</em></p>
<p>&#8220;Sampah!&#8221;  Jerit batin Firman sekuat tenaga.</p>
<p>Mulutnya tetap terkatup. Air mata yang akhirnya menyuratkan kepedihan rasanya. Airmata yang dia yakin bukan hanya milik Lastri dan dirinya. Kepedihan yang dia yakin bukan hanya dirasakan Lastri dan dirinya. Pun mereka yang telah mengumpulkan ranting demi perut mereka. Pun mereka yang mengais rejeki halal demi keberkahan dalam kemiskinan mereka.</p>
<p>Di seberang renungan Firman, Sarji masih tertidur. Nyaman &#8230; tanpa beban. <strong>[Selesai]</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=29&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/09/ranting-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Covernya Keren!</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/08/covernya-keren/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/08/covernya-keren/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 05:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[::message::]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[::message:: From: amran_syahid@***.net&#8230; To: redaksi.jejak@yahoo.co.id Subject: Covernya Keren! Ass wr wb. Salut buat JEJAK yang covernya keren2. Sehingga menambah cantik tampilan JEJAK yang isinya bagus2. Jaya terus JEJAK-ku! [Amran Suganda] ‘alaikumussalam. Alhamdulillah. Terima kasih atas apresiasinya ya. From: nadzifah@***.com To: redaksi.jejak@yahoo.co.id Subject: Tambah halaman ya&#8230; Aswrwb. Baca JEJAK tuh cepet banget. Tulisannya sedikit. Emang bagus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=28&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>::message::</p>
<p>From: <a href="mailto:amran_syahid@***.net">amran_syahid@***.net</a>&#8230;</p>
<p>To: <a href="mailto:redaksi.jejak@yahoo.co.id">redaksi.jejak@yahoo.co.id</a></p>
<p>Subject: Covernya Keren!</p>
<p>Ass wr wb. Salut buat JEJAK yang covernya keren2. Sehingga menambah cantik tampilan JEJAK yang isinya bagus2. Jaya terus JEJAK-ku! [Amran Suganda]</p>
<p><em>‘alaikumussalam. Alhamdulillah. Terima kasih atas apresiasinya ya.</em></p>
<p>From: <a href="mailto:nadzifah@***.com">nadzifah@***.com</a></p>
<p>To: <a href="mailto:redaksi.jejak@yahoo.co.id">redaksi.jejak@yahoo.co.id</a></p>
<p>Subject: Tambah halaman ya&#8230;</p>
<p>Aswrwb. Baca JEJAK tuh cepet banget. Tulisannya sedikit. Emang bagus dan mencerahkan, tapi kayaknya perlu tambah halaman deh. [Mirna]</p>
<p><em>‘alaikumussalam. Tambah halaman? Aduh, sementara nikmati yang ada dulu ya. Makasih.</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=28&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/08/covernya-keren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat yang Tepat untuk Berbuat</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/08/saat-yang-tepat-untuk-berbuat/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/08/saat-yang-tepat-untuk-berbuat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 04:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Saat yang tepat untuk berbuat adalah ketika kita tahu apa yang harus kita lakukan adalah yang paling benar atas dasar keimanan. Keimanan memang membutuhkan amal. Tapi, hanya amal shaleh yang akan diterima. Betapa banyak orang yang berbuat kebenaran, tapi kebenarannya tersebut hanya berdasar hawa nafsunya dan persepsinya tanpa hukum syara. Betapa sia-sianya perbuatan tersebut. Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=27&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat yang tepat untuk berbuat adalah ketika kita tahu apa yang harus kita lakukan adalah yang paling benar atas dasar keimanan. Keimanan memang membutuhkan amal. Tapi, hanya amal shaleh yang akan diterima. Betapa banyak orang yang berbuat kebenaran, tapi kebenarannya tersebut hanya berdasar hawa nafsunya dan persepsinya tanpa hukum syara. Betapa sia-sianya perbuatan tersebut. Jika demikian, bukanlah saat yang tepat untuk berbuat. Sebab, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungan jawabnya di akhirat kelak. Maka, berbuat benar saja menurut ukuran manusia belum cukup jika tak dilandasi keimanan kepada Allah Swt.<span id="more-27"></span></p>
<p>Saat yang tepat untuk berbuat adalah ketika perbuatan yang kita lakukan adalah atas dasar ilmu. Umar bin Khaththab pernah menyampaikan, &#8220;al-‘ilmu qabla al&#8217;amal&#8221;&#8211;(ilmu dulu sebelum amal). Itu sebabnya, kita harus tahu dan bahkan paham terlebih dahulu sebelum berbuat. Jangan ikut-ikutan tanpa punya ilmu. Allah Swt. berfirman (yang artinya): <em>&#8220;</em><em>Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.&#8221;</em> <strong>(QS al-Israa&#8217; [17]: 36)</strong></p>
<p>Dan, sebaik-baik ilmu adalah ilmu agama (Islam). Memperdalam ilmu keislaman akan menumbuhkan ketakwaan, sehingga kita bisa memikirkan dan menentukan mana perbuatan yang akan kita lakukan atau justru wajib kita tinggalkan. Imam Syafi&#8217;i rahimahullah menyampaikan, &#8220;Barangsiapa belajar al-Quran maka ia akan agung di pandangan manusia. Barangsiapa yang belajar hadis akan kuat hujjahnya. Barang siapa yang belajar nahwu maka dia akan dicari. Barang siapa yang belajar bahasa Arab akan lembut tabiatnya. Barang siapa yang belajar ilmu hitung akan banyak fikirannya. Barang siapa belajar fiqih akan tinggi kedudukannya. Barang siapa yang tidak mampu menahan dirinya maka tidak bermanfaat ilmunya dan inti dari itu semua adalah takwa.&#8221;</p>
<p>Terpenting, saat yang tepat untuk berbuat kebaikan, selain keimanan, ilmu, dan ketakwaan, tentunya sekarang saatnya. Saat kita masih diberikan waktu untuk hidup. Menunggu kapan lagi? Sementara kematian tak pernah mengabari kita dan akan datang tiba-tiba. <strong>[rahadi]</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=27&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/08/saat-yang-tepat-untuk-berbuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ranting [2]</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/17/ranting-2/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/17/ranting-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 05:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/17/ranting-2/</guid>
		<description><![CDATA[ jejak edisi 04 [bagian 2] Oleh: Nafisah FB &#8220;Wah, gimana ini, Pakde?! Masa&#8217; yang sudah jelas nebang pohon enggak pake&#8217; ijin bisa bebas?!&#8221; Ngatno menghentakkan telapak tangan kanannya ke atas lembaran koran. Tangannya yang lain sedang memegang rantang plastik tempat makan siangnya. &#8220;Bisa habis hutan kita! Nanti, yang disalahkan kita-kita, petani. Gitu?&#8221; Ngatno melanjutkan sambil tangannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=26&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> jejak edisi 04 <b>[bagian 2]</b></p>
<p>Oleh: Nafisah FB</p>
<p>&#8220;Wah, gimana ini, Pakde?! Masa&#8217; yang sudah jelas nebang pohon enggak pake&#8217; ijin bisa bebas?!&#8221;</p>
<p>Ngatno menghentakkan telapak tangan kanannya ke atas lembaran koran. Tangannya yang lain sedang memegang rantang plastik tempat makan siangnya.</p>
<p>&#8220;Bisa habis hutan kita! Nanti, yang disalahkan kita-kita, petani. Gitu?&#8221; Ngatno melanjutkan sambil tangannya menyuap nasi ke mulutnya.</p>
<p>Pakde Danu yang sedang menghirup kopi menengok ke Ngatno. Firman baru saja akan membuka rantang yang baru diantar Sarji.</p>
<p>Pakde Danu mengambil surat kabar dari hadapan Ngatno. Dia membaca, &#8220;Mr. Adek Lin Ter Alis divonis bebas dari dakwaan illegal logging setelah hakim menilai semua berkas dan penjelasan para saksi tidak cukup menjadi bukti dakwaan.&#8221;<span id="more-26"></span></p>
<p>            Setelah itu tidak ada suara. Pakde Danu terpekur. Dia terus menelusuri kata demi kata di surat kabar itu. Firman menoleh ke Pakde Danu. Air muka Pakde Danu perlahan berubah. Urat wajahnya menegang.</p>
<p>            &#8220;Sampah!&#8221;</p>
<p>Pakde Danu tiba-tiba berteriak marah. Dia membanting koran ke atas <i>bale</i> dangau lalu beranjak meninggalkan dangau. Ngatno dan Firman hanya saling pandang.</p>
<p>            &#8220;Pakde kenapa, Man?&#8221;</p>
<p>            &#8220;Ndak tahu, Mas,&#8221; jawab Firman.</p>
<p>            Firman sebenarnya bukan sama sekali tidak bisa meraba alasan kemarahan Pakde Danu. Dia hanya ragu apakah memang itu yang menjadi alasannya.</p>
<p>            Tiga tahun yang lalu Pakde Danu ditahan selama sebulan karena tertangkap &#8220;Satpam&#8221; hutan menebang sebuah batang pohon. Bukan yang besar. Hanya yang berukuran sedang. Bukan kayu yang mahal. Hanya batang kayu tanpa daun milik pohon yang kulitnya melayu. Pakde Danu ingin menjual potongannya untuk mengganjal perut cucu dan istrinya.</p>
<p>            &#8220;Aku memang salah, Man. Aku mencuri milik negara. Aku rela ditahan.&#8221; Begitu Pakde Danu bilang waktu Firman dan Lastri menemani Bude Tarsih menjenguk Pakde Danu di penjara saat itu.</p>
<p>            Firman menghela nafas panjang. Ingatan itu tidak akan bisa hilang.</p>
<p>&#8220;Apa mungkin ya itu yang bikin Pakde tadi marah?&#8221; batin Firman.</p>
<p>Firman tidak melanjutkan percakapan batinnya karena Ngatno memperhatikannya. Firman segera menuntaskan makan siang.</p>
<p align="center">oooOooo</p>
<p>            &#8220;Eh, Ji! Itu ada batang kayu di situ! Kita ambil saja. Yuk!&#8221;</p>
<p>            &#8220;Eh, Tung. Jangan!&#8221;</p>
<p>            Sarji tergopoh mengejar Untung yang berlari menuju sebuah pohon. Kumpulan ranting yang diikat apa adanya yang dibawanya sedikit membuat jarak larinya terbatas.</p>
<p>&#8220;Tung! Ojo! Diseneni Pak Mandor mengko!&#8221;</p>
<p>&#8220;Alah! Wis to! Tenang aja. Cuma batang sebesar ini!&#8221; Untung memperlihatkan lengan tangannya yang kurus.</p>
<p>&#8220;Iya! Tapi, itu masih nempel di pohon. Dilarang!&#8221; cegah Sarji sekali lagi.</p>
<p>Untung mendengus kesal. Dia mendorong bahu Sarji dengan bahunya. Sarji selangkah terhuyung ke belakang. Sarji segera memeluk ikatan ranting miliknya.</p>
<p>Untung mengeluarkan kapak kecil dari tempatnya, sebuah kain yang dibelitkan. Dia memanjat pohon dengan gesit. Tidak sampai hitungan menit, tangannya telah menyentuh batang pohon incarannya. Dia segera mengayunkan kapak kecilnya, perlahan menebas kulit batang lalu ke kambium.</p>
<p>            Sarji menoleh kiri-kanan, was-was kalau Pak Mandor datang. Dia memperhatikan Untung yang masih semangat.</p>
<p>            &#8220;Lekas, Tung!&#8221; teriak Sarji. Kecemasan benar-benar nyata di wajahnya.</p>
<p>            &#8220;Sedilut meneh! Sabar po&#8217; o!&#8221; respon Untung dari atas pohon.</p>
<p>            &#8220;HEI!&#8221; Gelegar sebuah suara. <b>[bersambung]</b></p>
<p><b></b></p>
<p><i>Glossary</i></p>
<p><i>Ojo          : Jangan</i></p>
<p><i>Diseneni   : Dimarahi</i></p>
<p><i>Mengko    : Nanti</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=26&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/17/ranting-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesat</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/15/sesat/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/15/sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 05:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/15/sesat/</guid>
		<description><![CDATA[jejak edisi 04 Anda pernah mengikuti program &#8220;mencari jejak&#8221; dalam rangkaian kegiatan pramuka waktu masih sekolah? Pernahkah tersesat jalan karena tidak mengikuti rute yang dibuat dan ditentukan oleh panitia? Atau mungkin tersesat karena petunjuk jalannya disesatkan oleh seseorang atau pihak lain? Jika pernah, bagaimana rasanya? Selain tujuan menjadi tak jelas karena rute yang ditempuh tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=25&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jejak edisi 04</p>
<p>Anda pernah mengikuti program &#8220;mencari jejak&#8221; dalam rangkaian kegiatan pramuka waktu masih sekolah? Pernahkah tersesat jalan karena tidak mengikuti rute yang dibuat dan ditentukan oleh panitia? Atau mungkin tersesat karena petunjuk jalannya disesatkan oleh seseorang atau pihak lain? Jika pernah, bagaimana rasanya? Selain tujuan menjadi tak jelas karena rute yang ditempuh tak sesuai ketentuan, kita juga kehilangan banyak waktu, tenaga, dan mulai dihinggapi rasa cemas dan pesimis: &#8220;Jangan-jangan, kita tak akan sampai di tempat tujuan akhir yang benar dan sebenarnya.&#8221;</p>
<p>            Hidup kita di dunia pun sebenarnya pasti butuh petunjuk. Butuh pula standar petunjuk mana yang akan digunakan untuk menjalani kehidupan agar tak tersesat di dunia dan tentunya berharap selamat sampai pada tujuan akhir, yakni di akhirat kelak.<span id="more-25"></span></p>
<p>            Kita, kaum muslimin sebenarnya sudah punya petunjuk yang pasti kebenarannya, yakni al-Quran. Bahkan para ulama menjabarkan, jika pun tidak ditemukan di al-Quran secara jelas, sebuah petunjuk bisa dicari di as-Sunnah. Jika al-Quran dan as-Sunnah tak ada indikasi untuk mengetahui petunjuk secara detil, kita masih bisa mencarinya pada Ijma Shahabat dan Qiyas. Itu artinya, kaum muslimin memiliki sumber hukum yang banyak untuk memandu kehidupannya agar tak tersesat.</p>
<p>            Jamaah Ahmadiyah yang dinyatakan sesat oleh fatwa MUI berdasarkan standar ajaran Islam, ternyata menimbulkan protes banyak kalangan, termasuk dalam hal ini adalah <em>Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan</em> (Bakorpakem) melalui rapatnya yang diselenggarakan di Kejaksaan Agung, Selasa, 15 Januari 2008 lalu memutuskan untuk tidak melarang kelompok Ahmadiyah.</p>
<p>            Kelompok lain, terutama para pejuang HAM dari kalangan kaum muslimin yang liberal berkeras mengecam fatwa MUI yang menyatakan sesat terhadap banyaknya aliran sempalan dalam Islam, termasuk Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Alasannya, fatwa tersebut melanggar hak asasi manusia untuk kebebasan berpedapat, berkelompok, dan berkeyakinan sembari menggembar-gemborkan bahwa pemerintah atau siapa pun tak boleh mengurusi masalah keyakinan/agama karena hal itu merupakan urusan pribadi.</p>
<p>            Inilah ironinya HAM dan demokrasi. Di satu sisi membiarkan kebebasan berpendapat, tetapi jika pendapat itu melawan dan mengancam HAM dan demokrasi, mereka akan memasungnya. Itu sebabnya, fatwa MUI dihujat, sementara aliran sesat semacam Jamaah Ahmadiyah malah dibela. Padahal sudah jelas kesesatannya menurut ajaran Islam. Siapa sebenarnya yang sesat dan tersesat? <b>[rahadi]</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=25&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/15/sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aliran Sesat dan Siasat Kaum Imperialis</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/13/aliran-sesat-dan-siasat-kaum-imperialis/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/13/aliran-sesat-dan-siasat-kaum-imperialis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 05:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fresh!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/13/aliran-sesat-dan-siasat-kaum-imperialis/</guid>
		<description><![CDATA[jejak edisi 04  &#160; Ketika Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai utusan Allah setelah Rasulullah saw., dunia sudah terhentak. Pemikiran ini jelas kanker akidah yang membahayakan umat. Konsekuensi dari keyakinan ini adalah riddah, keluar dari Islam. Para ulama telah bersepakat ihwal status Rasulullah saw. sebagai pamungkas para nabi dan rasul. Nabi saw. bersabda: وَإِنَّهُ سَيَكُونُ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=24&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">jejak edisi 04 </p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Ketika Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai utusan Allah setelah Rasulullah saw., dunia sudah terhentak. Pemikiran ini jelas kanker akidah yang membahayakan umat. Konsekuensi dari keyakinan ini adalah <i>riddah</i>, keluar dari Islam. Para ulama telah bersepakat ihwal status Rasulullah saw. sebagai pamungkas para nabi dan rasul. Nabi saw. bersabda:</p>
<p align="right" dir="rtl"><b>وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلاَثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي</b><b></b></p>
<p><i>&#8220;Sesungguhnya akan ada di tengah-tengah umatku 30 orang pendusta, seluruhnya menyatakan bahwa mereka adalah nabi, padahal aku adalah penutup para nabi dan tidak ada lagi nabi setelahku.&#8221;</i></p>
<p>            Jemaat Ahmadiyah yang lahir di tengah-tengah perjuangan umat Islam India melawan imperialis Inggris jelas menambah masalah baru. Yang lebih menyentakkan lagi ialah keluarnya fatwa dari sang ‘nabi&#8217; untuk tidak memerangi kolonialis Inggris, dan himbauan untuk bersahabat dengan mereka.<span id="more-24"></span></p>
<p>            Terang saja banyak orang mengerenyutkan kening. Curiga bahwa kemunculan nabi plagiat ini adalah kombinasi antara megalomania &#8211; haus kekuasaan-, patogen akidah, dan misi intelijen kaum imperialis untuk memecah belah perjuangan umat Islam di India. Bagian terakhir ini makin dikuatkan dengan kenyataan bahwa jemaat Ahmadiyah membangun kekhilafahannya di ibu kota imperialis, London, Inggris. Menguatkan dugaan bahwa Inggris adalah bidan yang membantu kelahiran aliran sesat ini.</p>
<p>            Kini, di dunia, terdapat ratusan mungkin ribuan aliran sesat serupa Ahmadiyah. Kemunculan mereka pastinya menambah runyam kondisi umat. Sudahlah tak memiliki kepemimpinan, ditambah lagi borok yang menggerogoti akidah umat.</p>
<p>            Sebagian aliran itu muncul karena ‘kenekatan&#8217; para pemimpinnya dalam menafsirkan ajaran agama secara bebas, tapi sebagian lagi kita patut curiga sebagai manuver politik keji terhadap umat. Selain menyesatkan, kemunculan kelompok-kelompok sempalan tersebut juga memecah belah dan secara otomatis melemahkan perjuangan umat Islam.</p>
<p>            Banyak kalangan yang menganalisa bahwa kemunculan aliran-aliran sempalan merupakan bagian dari desain besar untuk merontokkan perjuangan umat. Dengan payung hukum demokrasi dan HAM, tak ada satupun institusi formal yang bisa melarang menjamurnya berbagai aliran sesat. Terbukti, Bakor PAKEM (Badan Koordinasi Pengawas Aliran dan Kepercayaan Masyarakat) pada  awal tahun ini menyatakan bahwa Ahmadiyah diperbolehkan tetap eksis dan berkembang. Sebelumnya, jemaat Kerajaan Tuhan pimpinan Lia Eden, juga berakhir dengan vonis bebas di pengadilan</p>
<p>            Yang lebih mengejutkan lagi adalah pernyataan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Wisnu Soebroto, meminta agar fatwa MUI yang menyatakan bahwa Ahmadiyah ajaran sesat agar ditinjau kembali. Dalam laporan akhir tahun 2007 di Kejagung, Wisnu, meminta agar Forum Pakem berhati-hati dalam mengeluarkan larangan terhadap sebuah aliran (INTELIJEN, No. 24 Th IV/2008/17-30 Januari).</p>
<p>            Bidikan dari misi aliran sesat ini, selain memecah belah umat, menjauhkan umat Islam dari  perjuangan penegakkan syari&#8217;at dan khilafah, juga untuk memberangus kelompok pro-syari&#8217;ah.</p>
<p>Skenarionya adalah dengan melakukan taktik pancing-jaring. Dengan pembiaran berkembangnya beragam aliran sesat, maka akan terjadi konflik horisontal antara umat Islam dengan para pendukung aliran sesat. Ditambah dengan provokasi dan kecerdikan para intel, maka dengan amat mudah akan muncul aksi kekerasan. Ini seperti memancing ular keluar dari sarangnya untuk kemudian digebug dengan mudah. <i>Ending</i>-nya bisa ditebak, kelompok pro-syariat bisa diberangus karena dianggap telah melanggar hukum, dengan melakukan anarkisme.</p>
<p>Juru bicara Ahmadiyah, Mubarik Ahmad, menegaskan bahwa pihaknya bersandar pada UUD ‘45 dan konvensi internasional yang menjamin kebebasan beragama. Direktur Indonesian Conference, Religion and Peace (ICRP), Djohan Efendi berharap pemerintah tidak tinggal diam atas warga negaranya yang tidak bebas menjalankan keyakinannya.</p>
<p>Lebih jauh lagi, Gus Dur meminta kepada pemerintah agar membubarkan MUI. Alasannya, kekerasan yang menimpa jamaah Ahmadiyah disebabkan fatwa dari MUI. Sementara itu praktisi hukum, Adnan Buyung Nasution, menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap lemah terhadap MUI.</p>
<p>Melihat peta politik ini, maka sepatutnya para pejuang syariah semakin waspada. Tidak mudah terpancing dengan provokasi musuh, apalagi jatuh pada tindakan anarkisme.</p>
<p>Perlu kehati-hatian dan langkah yang tepat. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah tetap melakukan pergolakan pemikiran yakni melawan kesesatan pemikiran lawan, serta membongkar kebusukan manuver-manuver politik musuh dan para pelakunya. Kemudian menyadarkan aparat hukum dan penguasa akan bahaya dan licinnya aliran-aliran sesat ini. Bahwa demokrasi dan HAM bukanlah obat dan harapan, melainkan senjata beracun yang mematikan umat Islam.</p>
<p>Terakhir, maraknya aliran sesat semestinya menyadarkan kita akan pentingnya memiliki kepemimpinan yang tunduk pada al-Quran dan as-Sunnah. Yang melindungi umat dari segala kejahatan, termasuk kejahatan akidah. <b>[januar]</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=24&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/13/aliran-sesat-dan-siasat-kaum-imperialis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Tidak Mandiri?</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/12/mengapa-tidak-mandiri/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/12/mengapa-tidak-mandiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 05:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/12/mengapa-tidak-mandiri/</guid>
		<description><![CDATA[jejak edisi 04 Belakangan ini ada sesuatu yang membuat rakyat negeri ini kian berduka. Bukan sekadar bencana alam yang terus berdatangan. Juga bukan ulah anggota dewan yang terus menuai tunjangan di tengah derita anak bangsa. Tapi langkanya tempe dan tahu. Kelangkaan dua makanan rumahan dan murah ini sempat menjadi headline seluruh media massa di tanah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=23&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jejak edisi 04</p>
<p>Belakangan ini ada sesuatu yang membuat rakyat negeri ini kian berduka. Bukan sekadar bencana alam yang terus berdatangan. Juga bukan ulah anggota dewan yang terus menuai tunjangan di tengah derita anak bangsa. Tapi langkanya tempe dan tahu. Kelangkaan dua makanan rumahan dan murah ini sempat menjadi <i>headline</i> seluruh media massa di tanah air. Banyak orang merasa kehilangan, termasuk saya dan mungkin Anda.</p>
<p>Membumbungnya harga kacang kedelai, bahan baku tahu dan tempe, membuat produsennya kelimpungan. Marjin keuntungan yang menipis membuat mereka bingung membuat pilihan; antara menaikkan harga atau mengecilkan ukuran. Selama beberapa pekan tahu dan tempe menjadi langka di pasar.<span id="more-23"></span></p>
<p>Semua orang resah; para pedagang dan konsumen resah. Yang lebih parah lagi hal ini membuat para pengusaha tahu dan tempe mati perlahan. Dan bukan hanya mereka, tapi juga para produsen makanan berbahan baku kacang kedele pun mengalaminya. Produsen tauco, pedagang gorengan, dan pengusaha warteg ikut merana.</p>
<p>Jangan lupa, jutaan kaum miskin di Indonesia yang proteinnya ditentukan oleh tahu dan tempe juga merana. Setelah makan daging tinggal impian, telur nyaris tak terjangkau, kini tahu dan tempe pun sulit diperoleh.</p>
<p>Dua makanan nan sederhana &#8211; bahkan sering dianggap ‘kampungan&#8217; &#8211; ternyata punya banyak makna. Betapa pahitnya menjadi bangsa yang tak mandiri. Kita pun terhentak bahwa tahu dan tempe yang kita anggap murahan ternyata berbahan baku impor. Tidak kurang 60 % kacang kedelenya berasal dari Amerika Serikat. Demikian rapuh dan bodohnya kita sampai-sampai nasib tahu dan tempe saja ditentukan oleh negara adidaya. Maka jangan bicara nuklir atau artileri atau IT jika tahu dan tempe saja harus tunduk pada negara adidaya.</p>
<p>Kebodohan kita adalah membiarkan diri dicekoki terus oleh bangsa asing. Kita menjadi bangsa yang pemalas, tunduk pada hawa nafsu kekuasaan, berpikir pendek dan tak pernah merancang masa depan. Ketika pemerintah negeri ini membuka keran impor kacang kedele &#8211; yang harganya lebih murah &#8211;, penguasa tidak menolong para petani kedele. Mereka dibiarkan bertahan hidup sendirian melawan importir yang jaringan pasarnya sudah menggurita. Entah komoditi apa lagi yang menjadi hajat hidup rakyat yang dipasok oleh bangsa asing.</p>
<p>            Semoga, ini adalah kali terakhir kita menjadi bangsa yang mengidap inferioritas akut dan pemalas. Akhirilah babak ini dengan membangun kemandirian. Dan kemandirian hanya bisa dibangun jika umat memiliki keyakinan hidup yang sehat dan kuat, yaitu akidah Islamiyah. <b>[januar]</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=23&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/12/mengapa-tidak-mandiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berebut JEJAK</title>
		<link>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/10/berebut-jejak/</link>
		<comments>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/10/berebut-jejak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 05:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidminijejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[::message::]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/24/berebut-jejak/</guid>
		<description><![CDATA[jejak edisi 04  ::message:: From: zahra.ze_ze@***.id&#8230; To: redaksi.jejak@yahoo.co.id Subject: Usul Ass wr wb. Buat redaksi jejak, salut dengan isinya, tapi channel radionya kan udah ada di jilid sebelumnya, lebih baik tidak diisi lagi dan diisi aja ma yang laen. Itu aja. Thank&#8217;s. Sukses buat jejak! [Zahra Amri] ‘alaikumussalam. Jzklh apresiasinya dan usul Anda kami tampung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=22&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jejak edisi 04 </p>
<p>::message::</p>
<p>From: <a href="mailto:zahra.ze_ze@***.id">zahra.ze_ze@***.id</a>&#8230;</p>
<p>To: <a href="mailto:redaksi.jejak@yahoo.co.id">redaksi.jejak@yahoo.co.id</a></p>
<p>Subject: Usul</p>
<p>Ass wr wb. Buat redaksi jejak, salut dengan isinya, tapi <i>channel</i> radionya kan udah ada di jilid sebelumnya, lebih baik tidak diisi lagi dan diisi aja ma yang laen. Itu aja. Thank&#8217;s. Sukses buat jejak! [Zahra Amri]</p>
<p><i>‘alaikumussalam. Jzklh apresiasinya dan usul Anda kami tampung dulu.</i></p>
<p>From: <a href="mailto:cute_baby@***.com">cute_baby@***.com</a></p>
<p>To: <a href="mailto:redaksi.jejak@yahoo.co.id">redaksi.jejak@yahoo.co.id</a></p>
<p>Subject: Berebut</p>
<p>Aswrwb. Salut buat JEJAK! Kami senantiasa menunggumu meskipun harus berebut untuk mendapatkanmu. [Lita]</p>
<p><i>‘alaikumussalam. Berebut? Wah, seru juga dong ya. Makasih sdh menanti JEJAK.</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidminijejak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidminijejak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidminijejak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidminijejak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidminijejak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidminijejak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidminijejak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidminijejak.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidminijejak.wordpress.com&amp;blog=2025578&amp;post=22&amp;subd=tabloidminijejak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/03/10/berebut-jejak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15b099b37e3764a2e5e4e049262c607?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidminijejak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
