Saat yang tepat untuk berbuat adalah ketika kita tahu apa yang harus kita lakukan adalah yang paling benar atas dasar keimanan. Keimanan memang membutuhkan amal. Tapi, hanya amal shaleh yang akan diterima. Betapa banyak orang yang berbuat kebenaran, tapi kebenarannya tersebut hanya berdasar hawa nafsunya dan persepsinya tanpa hukum syara. Betapa sia-sianya perbuatan tersebut. Jika demikian, bukanlah saat yang tepat untuk berbuat. Sebab, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungan jawabnya di akhirat kelak. Maka, berbuat benar saja menurut ukuran manusia belum cukup jika tak dilandasi keimanan kepada Allah Swt. (lagi…)
Arsip untuk ‘Inspirasi’ Kategori
Saat yang Tepat untuk Berbuat
April 8, 2008Mengapa Tidak Mandiri?
Maret 12, 2008jejak edisi 04
Belakangan ini ada sesuatu yang membuat rakyat negeri ini kian berduka. Bukan sekadar bencana alam yang terus berdatangan. Juga bukan ulah anggota dewan yang terus menuai tunjangan di tengah derita anak bangsa. Tapi langkanya tempe dan tahu. Kelangkaan dua makanan rumahan dan murah ini sempat menjadi headline seluruh media massa di tanah air. Banyak orang merasa kehilangan, termasuk saya dan mungkin Anda.
Membumbungnya harga kacang kedelai, bahan baku tahu dan tempe, membuat produsennya kelimpungan. Marjin keuntungan yang menipis membuat mereka bingung membuat pilihan; antara menaikkan harga atau mengecilkan ukuran. Selama beberapa pekan tahu dan tempe menjadi langka di pasar. (lagi…)
Masih Adakah Cinta?
Februari 4, 2008Jejak Edisi Februari 2008
Majalah Reader’s Diggest edisi Indonesia pada tahun lalu pernah menurunkan hasil survey perilaku berbagai bangsa di dunia. Salah satu hasilnya, Indonesia adalah bangsa dengan tingkat kesopanan tergolong rendah. Anda boleh protes, tapi marilah bercermin dengan jujur. Betapa bangsa ini telah mengalami pelunturan norma-norma yang luhur. Simaklah televisi berapa kali sehari ditayangkan berita kriminalitas? Simak juga kualitas kriminalitasnya, kian hari kian kejam. Kita pun jarang bertemu orang yang murah senyum. Di kota-kota besar, dengan tingkat kesibukan dan tekanan hidup yang tinggi, orang lalu lalang begitu saja nyaris tanpa ekspresi keramahan. Bahkan, kata ‘maaf’ pun jadi amat mahal diberikan ketika terjadi kesalahan. (lagi…)
Siapkah Anda Menjadi Pahlawan?
Desember 29, 2007Jejak edisi 02/Januari 2008
Hari Pahlawan, 10 November, memang telah lewat. Tapi ada sisi penting yang amat baik untuk kita renungi. Ingatkah Anda siapa Bung Tomo? Rasanya sedikit saja orang yang tidak mengenal namanya. Meski hanya lewat buku-buku sejarah, terbayang betapa heroiknya pria ini. Konon lewat corong RRI di Surabaya ia membakar semangat perjuangan arek-arek Suroboyo dengan pekikan takbirnya. Hampir tak ada orang yang menyangsikan kepahlawanannya.
Tapi, Bung Tomo tak pernah masuk dalam daftar pahlawan nasional. Seorang menteri di jaman Orba berkomentar bahwa ia ‘hanya’ pahlawan lokal, bukan nasional. (lagi…)
Kita, Penginderaan dan Keikhlasan
November 27, 2007Jejak 01/Desember 2007
Syahdan ada tiga orang buta yang ingin mengetahui rupa gajah. Ketiganya lalu bersepakat untuk pergi ke kebun binatang dan meraba hewan tersebut. Sesampainya di sana orang buta yang pertama meraba ekor binatang tersebut, sedangkan yang kedua meraba telinganya dan yang ketiga meraba belalainya.
Alih-alih bersepakat, ketiganya malah bersikukuh dengan pendapat masing-masing. Orang yang pertama meyakini jika gajah itu adalah hewan seperti tali, sedangkan yang kedua meyakini bahwa gajah itu seperti kipas, dan yang ketiga meyakini kalau gajah itu sejenis ular. Tidak ada kesepakatan di antara mereka. (lagi…)