Arsip untuk ‘Editorial’ Kategori

Medan Baru Perang Ideologi

April 10, 2008

Media massa kini menjadi medan baru perang antar ideologi. Peperangan dimulai dari game, film, buku, surat kabar, majalah, dan bahkan internet. Intinya, segala sarana yang terkategori media massa, menjadi senjata paling efektif melancarkan serangan. Tentu saja, yang dibidik bukan melukai fisik, tapi mengoyak iman dan akidah. Itu target utamanya.

Microsoft Ensemble Studios pernah meluncurkan game yang menggambarkan perang peradaban lewat trilogi Age of Empire. Sejarah peradaban manusia di jaman Messopotamia, Babilonia, sampe jamannya Shalahuddin al-Ayubi yang melakukan penaklukan Yerusalem, Joan of Arc yang biasa dipanggil Maid of Orleans dan lainnya dengan detil bibliografi yang lengkap. (lagi…)

Sesat

Maret 15, 2008

jejak edisi 04

Anda pernah mengikuti program “mencari jejak” dalam rangkaian kegiatan pramuka waktu masih sekolah? Pernahkah tersesat jalan karena tidak mengikuti rute yang dibuat dan ditentukan oleh panitia? Atau mungkin tersesat karena petunjuk jalannya disesatkan oleh seseorang atau pihak lain? Jika pernah, bagaimana rasanya? Selain tujuan menjadi tak jelas karena rute yang ditempuh tak sesuai ketentuan, kita juga kehilangan banyak waktu, tenaga, dan mulai dihinggapi rasa cemas dan pesimis: “Jangan-jangan, kita tak akan sampai di tempat tujuan akhir yang benar dan sebenarnya.”

            Hidup kita di dunia pun sebenarnya pasti butuh petunjuk. Butuh pula standar petunjuk mana yang akan digunakan untuk menjalani kehidupan agar tak tersesat di dunia dan tentunya berharap selamat sampai pada tujuan akhir, yakni di akhirat kelak. (lagi…)

Globalisasi Cinta

Februari 4, 2008

Jejak edisi Februari 2008 

Dunia saat ini dipenuhi dengan globalisme, informasi, hiburan, dan komersialisme. Kritikus Lorraine Gam­man dan Marga­ret Marshment, keduanya pe­nyunting buku “The Female Ga­ze: Women as Viewers of Popu­lar Culture (1998)”, berse­pakat bah­wa bu­daya popu­ler adalah sebu­ah medan pergu­latan ketika me­ngemukakan bah­wa tidaklah cu­kup bagi kita untuk semata-mata menilai bu­daya populer se­bagai alat kapi­talisme dan pat­riarki yang menciptakan kesadaran palsu di kalangan banyak orang. Bagi mereka, budaya populer juga tempat dipertarungkannya makna dan digugat­nya ideologi dominan. (lagi…)

Salahnya Demokrasi

Desember 25, 2007

Jejak edisi 02/Januari 2008

Pertanyaan yang harus dijawab oleh mereka yang masih pro-demokrasi adalah; apakah demokrasi memberikan kebebasan? Kebebasan seperti apa yang didefinisikan oleh demokrasi? Apakah kebebasan itu mutlak atau relatif? Pada kondisi apa kebebasan boleh mutlak dan pada kondisi apa kebebasan menjadi relatif? Apakah demokrasi memiliki kejelasan konsep dan tanpa bisa dimultitafsirkan oleh para penggagas dan pejuang demokrasi itu sendiri?

Sebenarnya masih banyak pertanyaan lainnya yang mendekam dengan sangat gelisah di benak. Tapi, rasa-rasanya cukup pertanyaan di atas yang wajib dijawab dengan gamblang. (lagi…)

Ironi Pencegahan HIV/AIDS

November 27, 2007

Jejak 01/Desember 2007
Akibat Intim Dengan Sejenis alias AIDS. Istilah itu dulu begitu populer dan menjadi horor bagi masyarakat dunia. Maklum, penyakit yang menggerogoti sistem imun tubuh itu pertama-tama ditemukan pada pelaku homoseksual. Penyakit mematikan itu belum ditemukan obatnya hingga kini. Tak heran, kampanye pencegahan HIV/AIDS terus digencarkan.

Apalagi, kini penularan HIV/AIDS tak sekadar akibat hubungan intim dengan sejenis, melainkan sudah mendera “orang-orang tak berdosa”. Seperti istri/suami oleh pasangan sahnya atau bayi oleh ibunya. Makanya, salah satu isu kampanye pencegahan HIV/AIDS adalah penghapusan berbagai bentuk diskriminasi perlakuan terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Propaganda ini bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif bahwa ODHA pasti para pelaku maksiat. (lagi…)