Perang Ideologi di Media Massa

“Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata” Demikian ungkap Napoleon Bonaparte ratusan tahun yang lalu. Memang, sejak dulu media masa memiliki peran penting dalam peta percaturan politik dunia, sehingga pengaruhnya melebihi kemampuan pedang dalam membunuh.

Media massa telah menjelma menjadi alat propaganda paling efektif. Media massa mampu menjadi lokomotif perubahan masyarakat. Terlebih saat ini, dengan kemajuan teknologi, jaringan-jaringan pemberitaan dunia mengalami perkembangan sangat pesat. Masyarakat dari berbagai penjuru bumi dapat dengan mudah dipengaruhi arah opini yang di-blow-up media massa dengan sangat cepat.

Eksistensi ideologi kapitalisme-sekular saat ini, tak lepas dari keberhasilan para kapitalis dalam menggenggam media massa. Ya, para pemilik modal itulah aktor utama di balik berbagai propaganda pro-sekularisme. Tak ayal jika demokrasi, hak asasi manusia, seks bebas, gaya hidup hedonis dan berbagai budaya Barat dengan mudah merasuk ke berbagai penjuru dunia. Semua itu disokong penuh oleh media massa.

Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International, mengatakan, “Media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.”

Saat ini mayoritas media massa internasional dikuasai oleh jaringan Zionis. Sejak awal terbentuknya Gerakan Zionisme Internasional, para aktivis gerakan ini telah memanfaatkan media massa untuk mempropagandakan pemikiran mereka kepada dunia. Dalam Protokol ke-12 Gerakan Zionisme, disebutkan, “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita.”

Theodore Hertzl, peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia.”

Hertzl adalah wartawan internasional yang dengan pengalamannya berkecimpung di dunia jurnalistik tahu persis bagaimana melakukan lobi-lobi terhadap media massa. Hasilnya, kantor berita ternama seperti AFP, AP, dan Reuters, berada di bawah kontrol mereka.

Dari sinilah perang ideologi di media massa dimulai. Zionisme merancang berita-berita dan opini yang menampilkan citra bahwa mereka adalah gerakan legal dan lahir dari ketertindasan. Diciptakanlah opini bahwa penjajahan Isreal terhadap Palestina adalah sah.

Sebaliknya, diluncurkan opini dan berita yang kerap menyerang ideologi Islam. Label-label negatif dilekatkan pada komunitas Muslim, seperti fanatik, fundamentalis, radikal, teroris, dll. Para pejuang Palestina diposisikan sebagai teroris.

Setiap kejadian terorisme, tanpa menunggu penyelidikan terlebih dahulu, akan langsung diliput media massa dengan tendensi anti-Islam. Dalam atmosfer propaganda dunia yang teracuni oleh media-media pro-Zionis, opini dunia menjadi terarahkan pada satu topik: stigmatisasi buruk terhadap Islam.

Kasus paling gres adalah dimuatnya kembali kartun yang menghinakan Nabi Muhammad saw di 11 media massa dan televisi nasional di Denmark, serta tiga harian di Eropa, yakni Swedia, Belanda dan Spanyol.

Tindakan tersebut merupakan kesengajaan sebagai sinyal perang terhadap Islam. Betapa tidak, Nabi Muhammad sebagai pengusung ideologi Islam digambarkan sebagai lelaki bersorban yang menyembunyikan bom di baliknya. Islam digambarkan sebagai agama yang penuh kekerasan dan darah. Sayang, umat Islam seolah tak berdaya menghadapi penistaan ini. Para penguasa di negeri-negeri Muslim diam seribu bahasa.

Contoh lain ketika gagasan formalisasi syariah Islam bergema, segera serangan balik terhadap gagasan ini ditebar media massa. Terutama meminjam corong para “tokoh” atau “alim ulama.” Dihembuskan opini bahwa syariah Islam tidak wajib diterapkan, bahwa Khilafah adalah utopia, dan sejenisnya. Ideologi Islam yang terdiri dari akidah dan syariah pun mendapat serangan bertubi-tubi, yang ironisnya justru dilakukan oleh sebagian umat Islam sendiri. Lantas, sampai kapan Islam akan menjadi bulan-bulanan di media massa? [asri]

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: